Oleh: ciptamangkara | Maret 26, 2008

Perhatikan Sisi Baik SeseoraNG

shnazimdarvis.jpgMaulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
dalam Mercy Oceans (Book Two)

Ini adalah nasihat Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani kepada kita, para pengikut thariqat, dan orang-orang yang mengaku religius, atau bagi orang-orang yang berkata, “Aku adalah manusia, oleh sebab itu Aku harus menjaga salah satu perilaku baik yang terbaik, yaitu berpikir dalam hati mengenai kebaikan orang.” Sebaliknya, bila kita memikirkan perihal buruk tentang seseorang maka kita akan mendapat suatu akhir yang buruk.

Selanjutnya,,,

Allah senang bila kita mempunyai pikiran yang baik terhadap orang lain. Baik dan buruk dapat ditemukan dalam diri seseorang, keduanya siap untuk beraksi. Baik atau buruk reaksi yang ditimbulkan tergantung pada perlakuan kalian terhadapnya. Misalnya, jika Saya menghormati kalian, kalian akan merasa senang dan menunjukkannya kepada Saya. Kita perlu melihat orang dari sisi baiknya sehingga sisi itulah yang akan tampak.

Bila kalian berpikir positif tentang seseorang berarti perlakuan dirimu terhadapnya akan menjadi baik. Perlakuan yang baik adalah dengan memberi hormat. Jika kalian melakukannya paling tidak kalian akan menghindari kejahatan dalam dirimu. Kejahatan bisa timbul dari siapa saja. Ini adalah suatu nasihat yang keras. Kita harus memberi hormat kepada semua orang, karena setiap orang mempunyai sisi baik. Allah menyukai bila hamba-Nya dihormati, walaupun mereka adalah para pendosa, karena Allah memberi anak-anak Adam as kemuliaan yang tidak terhingga dalam Kehadirat Ilahi. Kalian tidak akan menemukan seorang ayah yang senang bila anaknya dihina, walaupun anak itu merupakan salah satu anak yang ternakal. Jika seorang ayah berkata, “Anakku nakal.” Saya harus mengatakan, “Akar yang baik, cabangnya juga baik, jangan khawatir, itu hanya soal kedewasaan.” Dia akan merasa senang terhadap Saya. Semua ayah seperti ini.

Suatu ketika Sayyidina ‘Ali ra sedang berada di atas mimbar di sebuah masjid dan berbicara mengenai anaknya, Hasan ra yang telah kawin-cerai berkali-kali. (Hikmah Ilahiah di balik perkawinan ini adalah bahwa sekarang banyak keturuan Rasulullah saw di dunia. Mereka adalah rahmat bagi ummat ini.

Seorang keturunan Rasulullah saw yang hidup di suatu kota akan menghindarkan kota itu dari kutukan.) ‘Ali ra berkata kepada orang-orang agar tidak menyerahkan anaknya untuk dinikahi Hasan ra. Tetapi semua orang malah menawarkan anaknya dan berkata, “Ambillah anak saya walau hanya sehari.” ‘Ali ra pun merasa senang.

Dari keburukan kita, kita melihat keburukan orang lain. Setiap orang mempunyai karakter yang baik. Kita harus memalingkan perhatian kita kepada sisi baik itu. Dalam Surat al-Rahman dikatakan, “Tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan dengan kebaikan pula”

Wa min Allah at Tawfiq


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: